syamynameeee
Di sebuah pinggiran kota kecil bertanah basah dan berudara dingin, tumbuh dua jiwa yang saling mengikat rasa dalam diam. Anindya Ayu Kejora, seorang gadis yang dibesarkan oleh kesederhanaan kakek dan neneknya setelah riak takdir merenggut kedua orang tuanya di tengah lautan saat ia berumur enam tahun. Anindya menyimpan mimpi menjadi seorang penyair, merangkai kata-kata halus yang mampu memeluk luka siapa saja yang membacanya.
Di sisi lain, Prandjana Duka, pemuda tiga tahun lebih muda dari Anindya, tumbuh di balik pagar megah keluarga terkemuka. Prandjana adalah jemari yang hidup untuk warna dan kuas, bercita-cita mendirikan ruang lukisnya sendiri. Dahulu, Prandjana adalah bocah egois, arogan, dan kekanak-kanakan. Namun, seiring waktu mengikis keanak-anakannya, matanya mulai mengeja kecantikan Anindya- kulitnya yang sawo matang, mata cokelat yang selalu menyimpan kilau telaga, serta lesung pipi yang menetap meski tanpa senyuman.
Perubahan rasa itu merobek sifat kasar Prandjana, mengadunnya menjadi pemuda berkepribadian dewasa yang merayu Anindya lewat bisikan-bisikan puitis. Anindya, dengan segala kesederhanaan dan ketakutannya akan jurang kelas sosial, perlahan luluh. Namun, cinta tak pernah berdiri sendirian di dunia yang penuh restu bersyarat.
"Aku ingin melihatmu memakai gaun putih, Anindya. Kamu pasti sangat cantik..." bisik Prandjana pada suatu sore di tepi telaga.