dearlara
- Reads 1,589
- Votes 616
- Parts 8
"Kak, nanti kalo kita ketemu langsung buat pertama kalinya, Kakak mau ngapain?"
"Ga muluk-muluk. Kakak cuma mau peluk kamu yang lama."
"Terus?"
"Terus Kakak bakal cubit pipi kamu sampai merah, buat mastiin kalo anak manis yang selama ini cuma bisa Kakak lihat dari layar HP, sekarang beneran ada di pelukan Kakak dan ga akan bisa ke mana-mana lagi."
"Kak, tadi di kantin ada yang tiba-tiba ngajak aku kenalan."
"Terus kamu jawab apa?"
"Aku bilang aku mau fokus ujian kelulusan dulu."
"Besok-besok kalo ada yang berani deketin lagi, jawabannya diganti ya, Dek."
"Diganti gimana?"
"Bilang sama mereka, maaf, tapi calon pacar saya di London galak banget. Kalo saya berani ladenin orang lain, besoknya dia langsung terbang ke Jakarta buat minta restu ke orang tua saya."
"Kenapa baru diangkat? Kakak lagi sibuk banget ya sampai chat aku dari tadi sore ga dibalas?"
"Bumi, ini jam berapa di Jakarta? Kenapa belum tidur?"
"Karena aku nungguin Kakak! Aku kira Kakak kenapa-napa di sana!"
"Kakak baru selesai revisian, Dek. Kakak minta maaf."
"Tuh kan, ujung-ujungnya pasti cuma bisa minta maaf."
"Terus Kakak harus gimana? Kalo Kakak punya kuasa, detik ini juga Kakak udah ada di kamar kamu buat meluk kamu. Jangan nangis sendiri di sana, Dek. Dada Kakak sakit lihatnya."