MoonBySky09
- Reads 1,001
- Votes 85
- Parts 9
Hujan sore itu menetes pelan di atap apartemen mereka. Tee baru saja menaruh buku kulianya di atas meja ketika pintu diketuk pelan. Begitu pintu dibuka, Dew berdiri di sana, bajunya sudah basah karena hujan, rambutnya berantakan, tapi wajahnya tetap seperti yang ia kenal dari layar tv.
"Kamu harusnya di lokasi syuting." Kata Tee pelan, memandang ke arah hujan, tidak berani menatap mata pria itu.
"Aku bolos." Jawab Dew, singkat. "Aku gak tahan kamu diam-diam marah seperti ini."
Tee menghela nafas, bersandar di kusen pintu. "Aku gak marah. Aku cuma capek lihat kamu sibuk banget sama dunia kamu, tapi lupa sama aku di sini."
Dew, seorang aktor muda yang kariernya sedang naik daun, terbiasa hidup dalam sorotan kamera dan jadwal yang padat. Sementara Tee hanyalah mahasiswa magister yang hidup sederhana, jauh dari gemerlap dunia hiburan.
Hubungan mereka awalnya berjalan mulus. Dew selalu menyempatkan waktu meski lelah, Tee selalu menunggu dengan senyum hangat. Tapi perlahan, jarak mulai terasa. Jadwal syuting yang padat membuat Dew sering membatalkan janji, meninggalkan Tee sendirian di kafe atau menutup telepon lebih cepat dengan alasan "lagi syuting."
Suatu sore, setelah Dew tanpa sengaja terlihat di acara tv sedang bercanda akrab dengan lawan mainnya, Tee memilih untuk tidak mengangkat teleponnya. Dew pun langsung datang ke apartement mereka, meninggalkan pekerjaannya, berharap bisa memperbaiki keadaan.
Namun meski hati Tee masih mencintai Dew, ia tidak bisa mengabaikan kenyataan bahwa dunia Dew dan dunianya sudah berbeda jauh.
"Aku gak mau jadi orang yang cuma kamu temui pas lagi gak sibuk, Dew." Kata Tee pelan.