tari_winri
(kalo yang baca deskripsi pasti bakal baca ini:
folow dan tambahin ke cerita favorit nanti ceritanya makin sering di tambah sampe end)
Bagi Azel, hidup itu sederhana: kalau ada hal yang menarik, tinggal potret. Makanya, galeri ponselnya selalu penuh dengan foto awan, senja, pohon, hingga kucing liar di sekolah. Azel suka mengabadikan apa saja.
Kecuali satu orang: Fajar. Bukan karena Azel tidak mau, tapi Fajar itu seperti patung es-dingin, yang pintar dalam hal apapun, dan luar biasa irit bicara. Sejak SMP hingga SMA, Azel sudah melakukan segala cara untuk mendekatinya. Namun, respons Fajar selalu sama: tatapan datar, dehaman atau bahkan jawaban singkat.
Tapi, Azel tidak menyerah karna ia yakin benteng pertahanan Fajar tidak sekuat itu. Tanpa Fajar sadari, dunianya yang semula tenang dan hitam-putih perlahan mulai terganggu oleh kehadiran satu gadis cerah yang sangat keras kepala.
Sedingin-dinginnya es, ia akan tetap mencair jika terus-menerus dihadapi oleh kehangatan. Pertanyaannya, apakah Azel benar-benar bisa mencairkan hati Fajar, atau justru waktu yang akan memaksa Azel untuk berhenti?