SudutKelam
- Reads 1,942
- Votes 4
- Parts 14
Apa yang bermula dari tumpukan kartu remi di sebuah malam Sabtu yang santai, berubah menjadi mimpi buruk yang tak terlupakan bagi Dika. Di sebuah "Markas Besar"-ruang tamu milik Rian yang luas dan sepi-lima sahabat laki-laki terjebak dalam sebuah taruhan yang awalnya terasa sepele. Namun, sebuah ide gila muncul: siapa pun yang kalah harus menerima hukuman "penyiksaan" yang takkan pernah bisa dihapus dari ingatan.
Dika, sang pemuda tampan yang biasanya percaya diri, harus menelan pil pahit kekalahan. Ia tak pernah menyangka bahwa kesepakatan itu akan membawanya ke atas tempat tidur Rian, dengan tangan dan kaki terbelenggu oleh empat buah borgol besi yang dingin. Di bawah sorot lampu remang, rahasia fisik Dika yang atletis terungkap setelah kaosnya digunting habis, menyisakan dirinya yang rapuh dan tak berdaya di hadapan kawan-kawannya sendiri.
Dari tawa histeris akibat siksaan geli yang tanpa henti, hingga suasana mencekam saat mulutnya tersumpal kain dan teman-temannya mulai menjalankan sebuah prank psikologis yang gelap, Dika dipaksa melewati batas harga dirinya. "Denting Borgol di Markas" adalah sebuah kisah tentang dinamika persahabatan laki-laki yang ekstrem, di mana batas antara canda, dominasi, dan rasa setia kawan menjadi sangat tipis dan mengaburkan segalanya.
Malam itu, Dika belajar satu hal: di balik tawa para sahabat, selalu ada sisi liar yang siap meledak jika kesempatan itu datang.