KentangBogel17
- Odsłon 2,281
- Głosy 729
- Części 6
"Aku tak suka kau Lilly! enyahlah dari pandanganku, keseharian ku dan hidupku!"
Bak ditelan bumi, Lilly benar-benar menghilang dari hidup seorang Matheus tanpa wujud dan tanpa meninggalkan jejak.
Laki-laki berkasta tinggi yang menjadi anak emas dan paling dibanggakan keluarga Lyonnais sang perdana menteri, fikiran nya sudah terdidik, bahunya senantiasa tegap, dan mata tajamnya tidak segan menghunus para eksekutif yang mengotori meja rapat dengan berbagai kebohongan.
Ketegasan dalam nada bicaranya tidak pernah hilang, bahkan ketika menghadiri rapat bersama sang Ayah, anak kecil itu selalu yang paling diwanti-wanti oleh para pengkhianat bermuka dua.
Tapi dibalik sosoknya yang mencerminkan kecerdikan, Matheus sangat rapuh.
Ia masih berlarut menyesali beberapa kata yang dikeluarkan mulutnya dengan mudah pada seorang gadis cantik bergaun biru bak langit.
Gadis itu datang dari jauh, memberikan pesan-pesan berupa kabar dari hati kecilnya yang tulus, yang sayangnya tergores beberapa kali oleh kata-kata Mathius.
Hingga ucapan hari itu, di suasana ulang tahun yang ceria Mathius berucap lantang, menolak, marah, dengan mata membulat ia meneriaki sikap kurang ajar Lilly dihari bahagianya.
Tanpa berfikir dinding sakit yang sang gadis pertahankan selama ini akhirnya roboh, dia mulai menjauh.
Bukan seminggu, sebulan, atau setahun, melainkan selamanya ia bisa membuat seorang Mathius tertekan oleh rindu.