Angmaygatta_
- Reads 3,413
- Votes 365
- Parts 11
Aku selalu percaya bahwa dia adalah zona aman yang tak tersentuh rasa. Namun, saat trauma itu menghantam dan duniaku hancur berkeping-keping, hanya dia yang berdiri di antara reruntuhannya. Di saat aku paling rapuh, kehadirannya bukan lagi sekadar penenang, melainkan pusat gravitasiku.
Sangat ironis. Di saat aku sedang berjuang menyembuhkan luka lama, aku justru jatuh ke dalam perasaan yang seharusnya tidak ada. Aku mencintai perempuan yang selama ini tak pantas kupanggil rasa-sebuah tempat yang seharusnya salah, namun terasa seperti satu-satunya rumah yang tersisa.
Apa rasa ini bisa bersua kembali, Tuhan? 𝘒𝘶𝘮𝘰𝘩𝘰𝘯...
___
WARNING!!
➢ Bahasa baku
➢ mengandung kekerasan