starlightserenade99
- Reads 1,139
- Votes 277
- Parts 13
Di lantai tiga gedung tua Universitas Antropologi dan Prasejarah Aditama Prasada (UAP) Bandung, terdapat sebuah laboratorium Konservasi Seni yang menjadi saksi bisu perang dingin antara dua mahasiswanya: Jihoon dan Asahi.
Jihoon adalah "anomali" di jurusan yang menuntut kesabaran ini. Dia berisik, tangannya jarang bisa diam, dan hobi utamanya adalah mengganggu Asahi ,sahabat sekaligus rival satu mejanya. Sementara Asahi adalah sang genius yang tenang, yang menganggap laboratorium adalah tempat suci yang tidak boleh dinodai oleh kebisingan Jihoon. Hubungan mereka adalah siklus tanpa akhir antara prank konyol Jihoon dan silent treatment pedas dari Asahi.
Namun, segalanya berubah saat Ruka, mahasiswi Arkeologi dari fakultas sebelah, datang membawa sebuah kotak kayu tua berisi artefak yang sangat rapuh hasil temuan lapangan.
Sebagai tim restorasi, Jihoon dan Asahi dipaksa bekerja sama untuk menyelamatkan temuan Ruka. Masalahnya, fokus mereka mulai terbelah. Jihoon yang biasanya hanya ingin membuat Asahi kesal, kini punya misi baru: mencuri perhatian Ruka dengan pesonanya yang outgoing. Di sisi lain, Asahi yang biasanya hanya peduli pada ketelitian kanvas, mulai merasa "terganggu" setiap kali melihat Ruka tertawa karena banyolan Jihoon yang tidak bermutu.
Laboratorium yang tadinya hanya berisi aroma kimia dan debu kuno, kini penuh dengan tensi yang tak kasatmata. Jihoon menggunakan setiap kesempatan "kerja kelompok" untuk mendekati Ruka, sementara Asahi menunjukkan perasaannya lewat hal-hal yang paling ia kuasai: menjaga dan memperbaiki apa yang berharga bagi Ruka.
Di tengah dinginnya kabut Dago, persahabatan Jihoon dan Asahi diuji. Mereka ahli dalam merestorasi benda sejarah yang rusak, namun tak satu pun dari mereka tahu cara merestorasi hubungan persahabatan yang mulai retak karena jatuh cinta pada gadis yang sama