TKen9_2_1
Hillary Abigail Kanaisha dan Langit Areksa sudah bermusuhan sejak kecil. Setiap kali bertemu, pasti ada saja yang mereka ributkan-entah karena hal sepele atau serius. Mereka seperti minyak dan air, tidak bisa bersatu.
Namun, semuanya berubah saat mereka dipaksa menjadi pasangan dalam proyek sekolah. Tidak ada pilihan selain bekerja sama, meskipun keduanya sama-sama tidak menyukainya.
Awalnya, proyek ini dipenuhi dengan adu mulut dan perdebatan. Tapi perlahan, Hillary mulai menyadari sesuatu yang tidak pernah ia perhatikan sebelumnya. Langit tidak hanya sekadar musuh yang menyebalkan, tetapi seseorang yang diam-diam selalu ada di sisinya.
Ketika kebencian berubah menjadi kebiasaan, lalu kebiasaan berubah menjadi rasa nyaman-apakah mungkin perasaan mereka juga akan berubah?
Apakah hubungan yang dimulai dari permusuhan bisa berakhir dengan sesuatu yang lebih dari sekadar teman?
Berawal dari musuh... akankah berakhir menjadi cinta?