zesitheauthor
Gemma Lucía Serrano selalu menyimpan harap di sudut hatinya---bahwa kelak, semesta akan mempertemukannya dengan seorang lelaki yang mencintai dan menyayanginya melampaui batas yang mampu ia beri. Seseorang yang berbeda. Bukan seperti mantan-mantan yang hanya meninggalkan luka, atau ayahnya.
Ia merindukan sosok sempurna---seperti pangeran dalam dongeng yang mengisi malam-malam sunyinya sejak kecil, yang masih ia yakini hingga usia dua puluh enam tahun. Namun kenyataan tak pernah seindah dongeng.
Gemma lelah. Terlalu sering dikhianati pria-pria bajingan yang hanya mengincar tubuhnya, tanpa pernah benar-benar melihat hati yang ia serahkan sepenuh nurani. Dan ketika ia berada di titik terendahnya, semesta seolah menjawab harapannya---dengan cara yang tak pernah ia duga.
Seorang lelaki datang, seaneh dan seajaib jalannya pikiran. Seseorang yang kehadirannya membuat Gemma harus menambal kesabaran hingga berkali-kali lipat. Bukan lewat tatapan lembut atau janji manis, melainkan lewat pertengkaran-pertengkaran kecil yang menguji kepala dan hatinya.
Lelaki yang, pada pertemuan pertama, tanpa ragu mengaku sebagai kekasihnya di hadapan mantan yang pernah menyakitinya. Lelaki gila---yang justru tak bisa ia tinggalkan begitu saja.
Marc Alejandro Márquez. Bajingan penuh teka-teki, yang diam-diam membuat Gemma ingin terus menyelami pikiran liarnya. Seseorang yang jauh dari bayangan, tetapi entah mengapa... terasa terlalu dekat di hati.