Zankuto
Hidup Intan hancur dalam sekejap. Di hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya, mobil yang membawa calon suami dan keluarganya mengalami kecelakaan tragis di tengah perjalanan menuju pelaminan. Tak satu pun dari mereka selamat. Di tengah duka yang masih membara, ayah Intan yang syok berat menyampaikan wasiat terakhirnya yang mengagetkan: Intan harus menikah dengan Danang, mahasiswa kesayangannya saat masih mengajar dulu. Setelah mengkremasi jasad ayahnya, dengan setengah hati dan rasa bersalah yang menggunung, Intan menjalani pernikahan dingin dengan Danang dan pindah ke rumahnya di sebuah desa terpencil.
Namun, hidup bersama Danang justru menjadi siksaan baru bagi Intan. Bukan karena Danang jahat, tapi karena ia sama sekali bukan tipe Intan. Dengan penampilan culun, sikap kikuk, dan kebiasaannya yang canggung di setiap interaksi, Danang hanya bisa pasrah menerima perlakuan Intan yang ketus, galak, dan penuh jarak. Meski satu atap dan satu ranjang, keheningan lebih sering menjadi tamu di antara mereka. Intan terus bergulat dengan luka masa lalunya, sementara Danang diam-diam berusaha memahami istri pahitnya itu. Di tengah keterpaksaan ini, mampukah Intan membuka hati untuk laki-laki yang sama sekali bukan impiannya? Atau justru Danang yang akhirnya lelah dan memilih pergi?