bendulijoo
- Reads 2,563
- Votes 288
- Parts 15
[Telah Dibukukan, Tidak tersedia di Gramedia]
Bab tidak lengkap, baca versi lengkapnya di Novel Angin Kota Bekasi beserta quotes anak-anak wind
~~~
Angin Bekasi bawa luka, tapi juga bawa rumah buat kami.
Di kota yang katanya terlalu panas untuk diam dan terlalu keras untuk pulang, suara deru motor jadi bahasa yang lebih jujur dari manusia.
Mahendra Bagaskara, bukan siapa-siapa. Bukan pahlawan, bukan anak baik, bukan juga pemilik mimpi besar. Tapi satu hal yang nggak pernah dia lupakan: rasa setia untuk tempat yang ia sebut rumah kedua, Wind Bekasi.
Bersama puluhan anak jalanan lainnya, Mahen hidup di antara knalpot berkarat, jaket kulit robek, dan tawa yang keras kepala. Mereka bukan geng motor sembarangan. Mereka pulang saat jalanan lengang, dan hidup saat angin kota mulai liar.
Ini bukan tentang balapan. Bukan tentang cinta. Tapi tentang luka yang dibungkus tawa, kesetiaan yang nggak butuh kata, dan keluarga yang tercipta bukan dari darah... Tapi dari debu jalanan dan janji yang nggak pernah ditulis.
Karena bagi mereka
"Angin Bekasi boleh panas, tapi markas ini selalu dingin buat hati yang pulang."
"Angin gak pernah punya rumah, tapi kami punya markas. Angin gak pernah punya suara, tapi kami satu kata. Pulang bareng, mati bareng." - Wind Bekasi
"Gue gak banyak janji. Tapi gue selalu balik ke tempat yang gue anggap rumah." - Mahendra Bagaskara
Salam, dari Angin Kota Bekasi 💨
~~~