Byun_dirma
- LECTURES 7,910
- Votes 984
- Chapitres 63
"Tatkala sangkala wengi pinaka saksi, gata ring lintang sanja, jagat katingal sepi tanpa suara.
Bukan lupakan, namun semesta sengaja menepis memori agar jiwa kembali menemukan jalannya."
---
Di antara deru angin samirana yang membelai angkasa, terselip sebuah wacana purba tentang dua raga yang terikat oleh sutra tak kasat mata. Seratus warsa lampau, di bawah naungan rembulan candra yang berdarah, cinta mereka gugur dalam pralaya-tercabik oleh kejamnya kala.
Mereka terkubur dalam kebisuan debu tanah, membawa serta janji-janji suci yang tertulis di atas daun lontar keabadian. Suksma mereka terpecah, berkelana melintasi dimensi dan ribuan wahana kehidupan yang fana.
Kini, roda samsara berputar kembali. Di tahun dua ribu dua puluh enam, di mana peradaban manusia tenggelam dalam riuhnya dunia moderen, dua jiwa itu terlahir kembali sebagai rupa yang asing. Tanpa smerti-tanpa ingatan masa silam-mereka berjalan di atas bumi yang sama, saling bersisian tanpa tahu nama.
Namun, karma memiliki jalannya sendiri. Di ujung jari manis hasta mereka, bersemayam sebuah garis sutra abadi berwarna merah darah, rajah takdir yang menolak tunduk pada waktu. Garis itu terus menarik, berdenyut, dan memanggil dalam sunyi, menunggu detik di mana dua insan yang pernah menjadi satu itu kembali bertaut dalam pelukan moksa duniawi.