Senja_Vanilla
- Reads 3,532
- Votes 107
- Parts 75
Gladys Wibisana punya segalanya. Nama besar, masa depan, dan hidup yang sudah tertata.
Huda tidak punya apa-apa selain dirinya sendiri.
Pertemuan mereka di sebuah kafe kecil seharusnya tidak berarti apa-apa. Tapi dari sana, hubungan yang tak seimbang itu pelan-pelan tumbuh, menjadi tempat berlindung sekaligus luka.
Ketika perbedaan dunia mulai menuntut harga, ketika cinta berubah menjadi genggaman yang terlalu erat, dan ketika pilihan terasa semakin sempit, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan:
Apakah sesuatu yang terasa begitu nyata... memang ditakdirkan untuk dimiliki? Atau hanya... hampir?