ryshe_k1
- Reads 822
- Votes 130
- Parts 17
Bagi dunia, Dikala adalah segalanya. Sesuai namanya, ia adalah sosok yang selalu dinanti "di kala" senja maupun fajar. Berbakat, menawan, dan menjadi buah bibir di setiap sudut kota, Dikala adalah kebanggaan Bunda yang selalu dibawa ke mana pun langkah kaki berpijak. Di bawah lampu panggung dan sorot kamera, Dikala adalah bintang yang tak pernah redup.
Namun, di balik riuh tepuk tangan yang diterima Dikala, ada Semesta yang mematung dalam sunyi.
Sebagai anak sulung, Semesta adalah "penunggu setia" rumah mereka. Ia adalah saksi bisu dari bunyi kunci pintu yang diputar Bunda dari luar setiap pagi, meninggalkannya sendirian dalam hening yang mencekam. Baginya, rumah bukanlah tempat berlindung, melainkan kotak kotak kaca yang mengisolasi dirinya dari kasih sayang.
Bunda sering lupa bahwa Semesta juga bagian dari dunianya. Bunda terlalu sibuk mengorbit pada Dikala, hingga tak sadar bahwa Semesta-yang seharusnya menjadi "seluruh dunia" bagi seorang ibu-perlahan mulai runtuh karena kesepian.
Disclaimer:
Fiksi 100%
Start: Sen, 4 Mei 2026
End: ?