chankaa_
Sejak kecelakaan malam itu, hidup Sunghoon tak pernah benar-benar kembali normal.
Suara bisikan muncul di kepalanya-pelan, namun cukup untuk membuat dadanya terasa sesak. Bersamaan dengan itu, kilasan memori datang tanpa peringatan. Wajah-wajah asing, perasaan kehilangan, dan rasa bersalah yang tak ia mengerti asalnya.
Sunghoon mencoba meyakinkan dirinya bahwa semua itu hanyalah hayalan, sisa trauma dari kejadian yang hampir merenggut nyawanya. Namun setiap kali ia menutup mata, ingatan-ingatan itu kembali, semakin jelas, semakin menyakitkan.
Jika ini hanya mimpi, mengapa rasanya begitu nyata?
Dan jika ini kenyataan... apa yang sebenarnya telah ia lupakan?