mand4s
Dulu, mereka hanyalah dua nama yang saling tahu tapi tak saling sapa-asing dalam ruang yang sama, hanya berpapasan lewat tatap dan senyum seperlunya. Hingga waktu menggiring mereka pada sebuah perjalanan selepas kelulusan, saat kebetulan dan takdir saling bersenggolan. Sebuah boncengan yang tak direncanakan membuka jarak yang selama ini terlalu dijaga.
Dalam hembusan angin pegunungan dan langkah-langkah sunyi di sela tawa teman-teman, perhatian kecil tumbuh perlahan: dari helm yang dipasangkan, jaket yang disodorkan, hingga kata-kata singkat yang penuh makna. Mereka tak pernah saling jatuh-hanya belajar merasa nyaman dalam diam dan peduli tanpa suara.
Bukan cinta yang meledak di awal, melainkan hangat yang tumbuh pelan-pelan. Dari "hai" yang terlupakan, menjadi "hati-hati" yang tak pernah absen. Kadang, perasaan paling dalam tak lahir dari pengakuan, melainkan dari tindakan-tindakan kecil yang diam-diam jadi rumah.