Fatqeel15_
Aqela Kirana benci Fattah Bima. Benci cara dia ngomong datar seolah semua orang bodoh, benci cara dia selalu bener, dan paling benci sejak Fattah bilang argumennya waktu debat "berisik tapi kosong". Fattah juga nggak suka Aqela-terlalu berisik, terlalu ngandelin feeling, dan kerjaannya banyak omong minim hasil. Masalahnya, OSIS nunjuk mereka berdua jadi Ketua 1 dan Ketua 2 Pentas Seni 2026 dengan tema _Nostalgia Masa Depan_. Deadline mepet, ekspektasi tinggi, dan mereka nggak bisa saling hindar. Awalnya cuma adu argumen di ruang OSIS, terus jadi adu ide pas presentasi hampir gagal, sampai akhirnya saling nutupin pas divisi dana nyaris collapse. Pelan-pelan Aqela sadar di balik dinginnya Fattah ada orang yang kerja diam-diam sampai jam 2 pagi biar tim nggak malu, dan Fattah juga sadar di balik cerewetnya Aqela ada ide yang bikin acara hidup. Benci itu nggak hilang, tapi berubah jadi sesuatu yang lebih susah diakui: kesel yang bikin nggak bisa tidur, perhatian yang nyamar jadi ketus, dan perasaan yang keduanya sepakat buat nggak disebutin. Pertanyaannya sekarang, berapa lama mereka bisa bohong kalau yang mereka rasain udah bukan benci lagi?