andreaa_o11
- Membaca 3,377
- Vote 1,409
- Bab 36
"Aku nggak bisa nggak nyentuh kamu, beyy. Aku butuh kamu kayak paru-paru butuh oksigen. Bahkan oksigen aja nggak seenak kamu."
-Zeygan
Bella Felisha, 19 tahun, terlalu tenang untuk dunia se brutal ini. Terlalu polos untuk dimiliki pria seperti Zeygan Vie Veelzar -
seorang lelaki 32 tahun dengan wajah malaikat, tapi jiwa setajam neraka. Berdarah Rusia-Korea, berdarah dingin juga...
tapi hanya di depan dunia. Di depan Bella? Dia gila. Manja. Clingy. Seksi. Obsesif.
Zeygan tidak mencintai dengan logika. Dia mencintai dengan taring. Dengan pelukan penuh gigitan. Dengan desahan yang diselipkan bisikan, seperti:
"Aku pengen gigit kamu. Sedikit aja. Janji nggak dalam."
- Zeygan
Setiap detik dengannya terasa seperti main-main dengan bara. Bella tahu itu berbahaya. Tapi setiap kali pria itu bicara...
"Aku nggak akan ngapa-ngapain malam ini kalau kamu nggak mau. Tapi kalau kamu izinin... aku cuma pengen ngerasain kamu lebih dekat."
...hatinya retak sedikit lebih dalam. Dan jiwanya makin lengket di tubuh pria itu.
Zeygan adalah monster. Tapi hanya Bella yang bisa buat monster itu memohon.
"Aku janji, beyy. Aku nggak bakal hancurin kamu. Aku cuma mau jadi rumah tempat kamu bisa pulang. Bahkan kalau aku rusak."
-Zeygan
---
"Obsession of Zeygan" bukan kisah cinta biasa. Ini adalah perjalanannya seorang gadis yang jatuh... bukan karena cinta. Tapi karena dikunci. Dipeluk. Dicium.
Dan akhirnya... dimiliki dengan cara yang bahkan tidak bisa diceritakan tanpa bergetar.