ryulix_85
- Reads 5,418
- Votes 870
- Parts 41
Seulgi pindah ke asrama kampus dengan satu tujuan: menjalani hidup yang tenang, fokus kuliah, dan menjaga jarak dari hal-hal yang bisa bikin hatinya kacau.
Tapi semuanya berubah saat dia ditempatkan di kamar 312, sekamar dengan Jaeyi-cewek yang terlihat tenang, rapi, dan terlalu mudah membuat orang merasa aman.
Jaeyi bukan tipe yang banyak bicara.
Dia nggak suka keramaian, nggak suka basa-basi, dan seolah punya dunia sendiri.
Tapi ada satu hal yang Seulgi sadari sejak malam pertama:
Jaeyi punya kebiasaan yang nggak biasa.
Jaeyi terlalu sering menyentuh-bukan dengan cara yang kasar, bukan juga menggoda terang-terangan... tapi dengan sentuhan kecil yang konsisten, halus, dan terasa seperti kebiasaan seseorang yang sudah lama terbiasa menjaga.
Membetulkan tali tas.
Menarik selimut ke pundak.
Mengusap tangan yang dingin.
Menepuk kepala tanpa izin.
Awalnya Seulgi mengira itu cuma bentuk perhatian yang "normal."
Sampai dia mulai sadar, Jaeyi nggak seperti itu ke orang lain.
Dan semakin hari, sentuhan itu jadi makin sering, makin dekat... sampai Seulgi kesulitan membedakan mana yang disebut "roommate" dan mana yang sudah berubah jadi sesuatu yang lebih berbahaya.
Karena di balik sikap lembutnya, Jaeyi menyimpan satu rahasia:
dia selalu takut kehilangan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah.
Dan ketika Seulgi mulai menjadi "rumah" itu...
Jaeyi nggak yakin dia bisa menahan diri untuk tetap hanya sekadar 'roommate'.
Author's note: Disini aku lebih detail sama momen-momen kecil Jaeyi Seulgi yaa, jadi satu momen bisa agak lama ceritanya karena memang cerita ini aku mau fokusin ke waktu waktu nya Jaeyi & Seulgi aja :D