UzumakiErika2
Di dalam satuan kecil berisi enam orang, segalanya berjalan tertib juga presisi.
Naruto adalah suara paling berisik di ruangan itu, senyumnya mudah, candanya nyaris tak pernah berhenti. Namun ketika rompinya dikenakan dan senjata ditarik, ia berubah menjadi sosok yang serius.
Hinata adalah kebalikannya. Dingin, hemat kata, memiliki mata yang tajam untuk melewatkan detail sekecil apa pun. Ia jarang tertawa, apalagi lengah. Bersama, mereka seperti dua kutub yang tak pernah sepakat-selalu berdebat, selalu saling menentang, selalu menjadi bahan lelucon tim.
Tak ada yang benar-benar mengira pertentangan itu berarti sesuatu. Hingga sebuah operasi penangkapan bandar narkoba berakhir dengan suara tembakan. Dalam sepersekian detik, Naruto mengambil satu langkah ke depan, menggantikan posisi yang seharusnya ditempati Hinata.