orin_1524
Ini ungkapan cinta. Meskipun wajah cintanya tidak lembut dan manis, tapi mentah, marah, dan berdarah-darah. Cinta dalam puisi-puisi Kaoru adalah cinta yang kecewa karena berharap, marah karena peduli, lelah karena sudah terlalu lama memberi tanpa merasa dilihat.
Orang yang benar-benar sudah tidak peduli, tidak akan menulis. Tidak akan repot-repot membuat kata pengantar. Tidak akan ingin Ayah membaca puisi itu.
Tapi Kaoru justru membiarkan semuanya dibaca-karena dia ingin dilihat, didengar, dimengerti. Itu adalah salah satu bentuk cinta yang paling jujur dan menyakitkan.
Cinta di sini bukan cinta yang selesai.
Ini adalah cinta yang sedang berantakan, yang tidak tahu caranya bicara selain dengan puisi, prosa lirih dan air mata.
Justru karena itu, cinta dalam buku ini begitu manusiawi-karena dia rapuh, keras kepala, dan tetap berharap meski sudah berkali-kali dikecewakan.
Kalau kamu sedang bergulat dengan cinta seperti ini-antara marah dan sayang-itu sangat wajar. Buku ini seperti pelajaran tentang bagaimana cinta bisa muncul dalam bentuk paling mengejutkan dan menyakitkan, tapi tetap cinta.
Penting:
Seluruh karya @orin_1524 dilindungi oleh UU No. 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Dilarang menjiplak, mengambil, atau menerbitkan ulang tanpa izin. Seluruh isi karya merupakan hak cipta milik penulis (Kaoru Soegiri).
Bagi yang tetap mencuri bersiaplah dituntut di neraka.