Zeya_Elvara
- Reads 317
- Votes 86
- Parts 15
Setiap selesai makan malam, seorang Ayah selalu menciptakan sesi bercerita untuk putri kebanggaannya, Lumina.
Bagi Lumina-si manusia kamar-cerita-cerita itu adalah rumah, sama seperti satu nama yang diam-diam ia simpan dalam hatinya.
Namun, ketika takdir menuntun mereka ke arah yang berbeda, kisah apa yang tersisa di antara Ayah dan putrinya?
Masihkah ada ruang untuk cerita di meja makan mereka?
Dan apakah Lumina akhirnya menemukan rumah yang sesungguhnya-atau justru kehilangan segalanya yang ia sebut rumah?