Machatha
- Reads 2,383
- Votes 716
- Parts 20
Cahaya lampu operasi itu terlalu terang, putih, dan menyakitkan mata. Di bawah sinarnya yang dingin, Kang Lisa merasa seperti seekor hewan buruan yang terpojok. Tangannya yang terbungkus sarung tangan lateks bergetar hebat. Jari-jari yang dulunya lincah melakukan port de bras di atas panggung, kini kaku dan asing saat harus mencengkeram skapel yang berat.
Aroma tajam disinfektan menyerang indranya, bercampur dengan bau anyir darah yang membuat perutnya mual. Pandangannya mulai mengabur. Setiap tetesan merah di atas kain hijau operasi itu terasa seperti beban berton-ton yang menghantam dadanya.
"Apa bisamu hanya mengacau? Tak bisakah kau melakukannya dengan benar?!" Suara Dokter Kim membelah keheningan ruangan, menusuk telinga Lisa lebih tajam dari mata pisau mana pun. Kalimat itu bukan sekadar teguran; itu adalah palu yang menghancurkan sisa-sisa harga dirinya yang sudah retak.
"Menyusahkan!"
"Dasar siput!"