duridun's Reading List
3 historias
PINGITAN ALAM por Naeva_N00bie
Naeva_N00bie
  • WpView
    LECTURAS 2,105,030
  • WpVote
    Votos 168,866
  • WpPart
    Partes 37
Arjuna Mahardika, selebgram kota yang hidupnya cuma seputar skincare, pesta, dan konten TikTok, terpaksa harus mengasingkan diri ke Desa Karang Tritis demi menjenguk neneknya. Niat hati cuma liburan seminggu, Juna malah terjebak drama kehidupan desa yang jauh dari kata estetik, sungguh sebuah bencana... ​Tapi, bencana sesungguhnya bukan itu. Bencana itu bernama Raden Bimo Prakoso. (Belum revisi)
+13 más
RUANG RASA (BL Lokal) por agbenjejeje
agbenjejeje
  • WpView
    LECTURAS 889,134
  • WpVote
    Votos 71,497
  • WpPart
    Partes 43
Adanira Pranaya - Seorang fresh graduate yang memutuskan kembali ke kampung halamannya. Kesehariannya hanya diisi dengan membantu usaha ibunya dan menikmati kehidupan di desa dengan damai. Tak pernah terpikirkan dan tak pernah berniat sedikit pun dalam hidupnya untuk berurusan dengan seorang pria yang disegani di desanya. Reno Dirgantara - Seorang bujangan mapan, dan anak dari juragan kaya raya di desa Kenanga Sari. Tanpa ia sangka hidupnya yang monoton perlahan berubah ketika bertemu dengan seorang pemuda manis berparas ayu itu. . . . "Dek... kalau kamu tidak keberatan...mas izin mendekatimu, mas ingin serius sama kamu." - Reno Dirgantara "Saya bukan siapa-siapa, mas" - Adanira Pranaya Warning🚨 bxb gay Boyslove LGBT
Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.  por dreamniel_06
dreamniel_06
  • WpView
    LECTURAS 1,386,837
  • WpVote
    Votos 71,838
  • WpPart
    Partes 53
​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.