cantikanurhidayah743
- LECTURES 6,993
- Votes 827
- Chapitres 21
"Sakit ini bukan untuk dibagi, cukup aku yang tahu-dan cukup aku yang menahan."
Setelah luka emosional yang perlahan mulai pulih bersama para member ENHYPEN, Sunoo kembali berdiri di panggung, menyanyikan nada-nada ceria dan menebarkan senyuman manisnya yang selalu memikat hati para penggemar. Tapi siapa sangka, di balik pancaran itu, tubuhnya mulai melemah. Perlahan namun pasti, sakit itu datang tanpa permisi-menyusup dan tinggal diam-diam dalam raganya.
Namun Sunoo tak ingin mengulang luka yang dulu. Ia memilih diam, memilih bertahan, memilih tersenyum dalam diam dan sakit dalam sepi. Ia tetap bekerja keras sebagai idol: latihan hingga larut malam, tampil di siaran langsung, rekaman lagu, dance practice-semuanya dijalani meski tubuhnya mulai menjerit pelan.
Tak satu pun member menyadari... sampai akhirnya tubuh itu mulai tak sanggup lagi berdiri.
Di tengah kepadatan jadwal dan tekanan popularitas, Sunoo menyembunyikan kenyataan yang perlahan mengikis hidupnya. Ia percaya, bahwa dirinya adalah penguat, bukan beban. Bahwa dirinya adalah penyemangat, bukan alasan untuk melemah.
Tapi sekuat apapun Sunoo berusaha, kebenaran tak bisa selamanya dikurung.
Hingga akhirnya, satu per satu member mulai mencium keanehan. Tapi apakah mereka akan cukup cepat memahami? Apakah mereka akan marah, kecewa, atau justru hancur saat tahu kebenaran yang telah terlalu lama disembunyikan?
Dan lebih dari itu-masih adakah waktu untuk membalas semua perjuangan diam-diam Sunoo sebelum segalanya terlambat?