the_arnoona
- Reads 20,032
- Votes 1,635
- Parts 45
Perkenalkan, dia adalah adikku-
pria hebat dengan senyuman termanis di dunia.
Raganya terlihat begitu indah, namun tidak dengan jiwanya.
Aku membaca kisahnya di dalam sebuah buku bertuliskan "Mesin Waktu".
"Sejak lima belas tahun lalu, aku sudah lupa bagaimana rasanya menangis.
Yang kuingat hanya kepala dan tubuhku yang terasa begitu lemas dan sakit.
Hari itu adalah hari ketika aku melihat adikku masuk ke ruang ICU dan dinyatakan kritis karena ulahku.
Aku menangis sepanjang malam, dan ketika aku terbangun, air mata itu seolah ikut mati di dalam diriku."
Dia adalah sosok adik sekaligus kakak.
Bahkan kekasih-
yang sangat pintar menyimpan luka.
Semua orang kagum padanya.
Banyak yang ingin menjadi dirinya,
banyak pula yang ingin memilikinya,
dan pada akhirnya, semua dipatahkan olehnya.
Seperti sebuah bom waktu, dunia seolah berhenti.
Membuat siapa pun bertanya-tanya bagaimana kami bisa masuk ke dalam panggung sandiwara yang tersusun begitu rapi-
selayaknya naskah di dalam sebuah cerita.
Ucapan terakhirnya kepadaku malam itu,
"Kalau malam ini aku bisa bertemu Tuhan dan meminta mesin waktu,
aku akan memintanya memutar waktu
ke masa di mana aku tidak pernah terlahir."
Bukan sebagai penyesalan.
Melainkan keinginannya untuk menjadi pengganti-
bagi sesuatu yang lebih baik
untuk hidupku, adikku,
dan keluarga kecil kami.
2025©The Ar Noona