orbittenceladus_
- Reads 47,141
- Votes 5,418
- Parts 25
"Fokus ke tuts pianonya, Erine. Jangan liatin gue terus."-O
"Gimana mau fokus kalau suara kamu pas bisik-bisik gini bikin aku deg-degan, Line?"-E
Bagi orang lain, Oline itu bagaikan bongkahan es-dingin, gengsi, dan serba kaku. Tapi di mata Erine, si pianis tinggi itu hanya cewek yang pura-pura jutek padahal pertahanannya langsung runtuh setiap kali disenggol.
Oline Manuel Chay adalah definisi dari keheningan yang mematikan. Dingin, jenius, dan tidak tersentuh. Sementara Catherina Valencia adalah badai yang tidak tahu cara berhenti. Baginya, Oline bukan sekadar tantangan, tapi agama yang ia puja setiap incinya.
Saat piano tidak lagi cukup untuk mengungkapkan gairah, hanya sentuhan fisik yang mampu bicara.
disclamer:
-cerita ini berdasarkan imajinasi author saja
-area 🔞 (anak-anak di bawah umur mohon untuk diskip)
-banyak berbagai kata-kata vulgar
-jangan di bawa ceritanya ke kehidupan nyata