xxxcherryboyxxx
Singapura boleh saja menuntut mereka berlari mengejar MRT pagi, tenggelam dalam deadline kawasan CBD, dan menjaga citra sempurna di media sosial. Namun, saat pintu shared suite 12A terbuka dan aroma Hokkien Mee dari Maxwell Food Centre menyusup ke ruang tengah, semua gelar itu luruh dengan sendirinya.
Ini bukan cuma soal siapa tidur dengan siapa.
Ini tentang Liam, arsitek yang mengomel karena Nate, mahasiswa hukum, lagi-lagi lupa mematikan water heater.
Tentang Jace, seorang tattoo artist, dan Noah, mahasiswa psikologi, yang berbagi satu porsi Kaya Toast sambil duduk di lantai balkon, menatap hujan.
Juga tentang Alex dan Cole, yang melepaskan persaingan kelab malam mereka demi maraton Netflix sambil berebut selimut di sofa beludru.
Dari brunch santai di kafe hidden gem Tiong Bahru, sesi curhat mabuk di Clarke Quay, hingga supper tengah malam dengan rambut berantakan, mereka belajar bahwa keluarga tidak selalu terikat darah. Kadang, keluarga adalah orang-orang asing yang memilih untuk tetap tinggal saat maskaramu luntur dan harimu hancur.
Enam orang, satu atap, dan ribuan memori tentang menjadi dewasa di kota yang tak pernah tidur.
Welcome home.