RaksaDirgantara_
- Reads 110
- Votes 11
- Parts 12
Senja Tanpa Mentari mengisahkan Arman, seorang seniman muda di Pontianak. Kehidupan Arman yang tadinya dipenuhi warna-warni kanvas dan gelak tawa bersama kekasihnya, Aisha, kini hanya tersisa bayangan dan kesunyian. Aisha, yang menjadi inspirasi utama dalam karyanya, meninggalkannya untuk pria lain, meninggalkan luka yang dalam di hati Arman. Setiap senja, Arman duduk di teras rumahnya, memandang kota Pontianak yang tenang dari kejauhan, merasakan kehilangan yang menghancurkan. Kanvasnya kini hanya terisi oleh warna-warna gelap dan garis-garis yang menunjukkan kekacauan batinnya. Kisah ini menelusuri proses Arman dalam menerima kehilangan dan berdamai dengan rasa sakit hati yang mendalam. Ia berjuang untuk menemukan kembali semangat hidupnya di tengah kegelapan, mencari inspirasi baru di jalan-jalan kota Pontianak, dari keindahan Jembatan Kapuas hingga keheningan di sekitar Masjid Raya Mujahidin. Namun, bayangan Aisha terus menyertainya, mengingatkannya pada cinta yang hilang dan harapan yang patah. Melalui perjalanan emosional ini, kita akan melihat bagaimana Arman, seorang seniman muda yang peka, berjuang untuk menemukan cahaya di tengah senja tanpa mentari, menciptakan karya seni sebagai ekspresi perasaannya dan mencari arti hidup baru di tengah luka cinta yang mendalam.