RaksaDirgantara_'s Reading List
2 stories
Senja Tanpa Mentari by RaksaDirgantara_
RaksaDirgantara_
  • WpView
    Reads 110
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 12
Senja Tanpa Mentari mengisahkan Arman, seorang seniman muda di Pontianak. Kehidupan Arman yang tadinya dipenuhi warna-warni kanvas dan gelak tawa bersama kekasihnya, Aisha, kini hanya tersisa bayangan dan kesunyian. Aisha, yang menjadi inspirasi utama dalam karyanya, meninggalkannya untuk pria lain, meninggalkan luka yang dalam di hati Arman. Setiap senja, Arman duduk di teras rumahnya, memandang kota Pontianak yang tenang dari kejauhan, merasakan kehilangan yang menghancurkan. Kanvasnya kini hanya terisi oleh warna-warna gelap dan garis-garis yang menunjukkan kekacauan batinnya. Kisah ini menelusuri proses Arman dalam menerima kehilangan dan berdamai dengan rasa sakit hati yang mendalam. Ia berjuang untuk menemukan kembali semangat hidupnya di tengah kegelapan, mencari inspirasi baru di jalan-jalan kota Pontianak, dari keindahan Jembatan Kapuas hingga keheningan di sekitar Masjid Raya Mujahidin. Namun, bayangan Aisha terus menyertainya, mengingatkannya pada cinta yang hilang dan harapan yang patah. Melalui perjalanan emosional ini, kita akan melihat bagaimana Arman, seorang seniman muda yang peka, berjuang untuk menemukan cahaya di tengah senja tanpa mentari, menciptakan karya seni sebagai ekspresi perasaannya dan mencari arti hidup baru di tengah luka cinta yang mendalam.
Surat yang Terlambat Sampai by RaksaDirgantara_
RaksaDirgantara_
  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 10
"Selama tiga puluh tahun, Aris memeluk kebencian sebagai satu-satunya warisan dari ayahnya. Baginya, Sulaiman hanyalah seorang pria pengecut yang pergi meninggalkan luka dan kemiskinan. Namun, sebuah peti kayu di sudut gudang ibunya mengubah segalanya. Di dalamnya, tumpukan surat berdebu menyimpan rahasia tentang setiap tetes keringat di lubang tambang, tentang setiap batuk darah yang disembunyikan, dan tentang sebuah janji yang dibayar dengan nyawa. Aris menyadari bahwa pahlawan yang ia kutuk selama ini adalah pria yang rela menjadi 'penjahat' agar anaknya bisa tetap berdiri tegak. Akankah maaf masih memiliki arti saat nisan sudah membatu? Sebuah kisah mengharukan tentang penyesalan, pengorbanan sunyi, dan cinta seorang ayah yang tak pernah sempat terucap." Setelah kematian ibunya, Aris menemukan kotak berisi surat-surat dari ayahnya, Sulaiman, yang dulu ia anggap menelantarkan keluarga. Lewat surat-surat itu, Aris melakukan perjalanan batin dan fisik ke pedalaman tambang Kalimantan. Di sana, ia menemukan kenyataan pahit bahwa ayahnya bekerja dalam kondisi tidak manusiawi demi melunasi utang keluarga dan membiayai pendidikan Aris hingga menjadi sarjana. Ayahnya sengaja membiarkan dirinya dibenci agar Aris tumbuh kuat tanpa harus menanggung beban rasa kasihan. Novel ini mengikuti transformasi Aris dari pria yang penuh amarah menjadi sosok yang penuh pengampunan, yang akhirnya mendedikasikan hidupnya untuk melanjutkan kebaikan ayahnya melalui "Rumah Baca Sulaiman". Pesan Penulis (Raksa Dirgantara) "Novel ini saya tulis untuk mengingatkan kita semua, bahwa di balik punggung orang tua yang mulai membungkuk, ada beban-beban yang tidak pernah mereka ceritakan. Semoga kita tidak perlu menunggu sebuah surat terlambat sampai untuk mulai mencintai mereka."