sheyrdm
- LECTURES 3,219
- Votes 311
- Chapitres 3
Reila, perempuan yang kuat di mata semua orang-keras, tak tersentuh, dan selalu berdiri sendiri. Tidak ada yang benar-benar tahu bahwa di balik dinding tak terlihat yang ia bangun, ada kekosongan yang perlahan menelan dirinya.
Lalu hadir Marvin. Cowok dengan cara bicara santai, mata tajam yang tak mudah dibohongi, dan sabar seperti laut yang menunggu badai reda. Semakin Reila menjauh, semakin Marvin tetap tinggal. Ia tidak menembus dinding itu dengan paksa, tapi menunggu-hingga retaknya cukup besar untuk dia masuk dan duduk di sisi paling sunyi Reila.
Namun, ketika kedekatan itu membuat Reila goyah, ia justru ketakutan. Bukan takut kehilangan Marvin, tapi takut terlihat lemah di depan satu-satunya orang yang justru ingin memeluk kelemahannya.
"Kenapa kamu nggak pernah terlihat kuat kalau lagi sama aku?" tanya Marvin dengan hati-hati.
"Karena kamu... Bukan semua orang."
"Dan kamu, Reila. Nggak harus jadi kuat setiap waktu. Biar aku yang jagain bagian rapuhnya."