PratistaEstie
- Reads 560
- Votes 44
- Parts 30
Gestara bersandar di meja konter toko roti, memperhatikan Anya yang sedang menata macarons dengan sangat teliti. Suasana toko yang hangat dan beraroma vanilla kontras dengan aura dingin yang dibawa Gestara.
"Kenapa kamu terus datang ke sini, Gesta? Kamu tidak suka makanan manis," ucap Anya tanpa menoleh, suaranya tetap lembut namun tegas.
Gestara mengambil satu kue, menghancurkannya dengan jemarinya yang mengenakan cincin emas keluarga, lalu menatap Anya dengan intensitas yang mencekam.
"Aku tidak suka gulanya. Aku suka melihatmu berusaha keras tetap bersikap ramah padahal kamu ingin mengusirku," Gestara berjalan ke belakang konter, menyerang ruang pribadi Anya. Dia menghimpit Anya ke rak kayu kuno. "Kamu pemilik yayasan ini, kamu punya segalanya. Tapi ingat, di sekolah ini, aku adalah hukumnya. Dan di toko ini... aku adalah satu-satunya pelanggan yang tidak akan pernah pergi."
Anya tersenyum, senyum tipis yang menunjukkan dia tidak takut sama sekali. Dia merapikan kerah seragam Gestara yang berantakan dengan gerakan yang sangat intim. "Kalau begitu, siapkan dompetmu, Tuan Muda Pradeepa. Karena memiliki perhatianku adalah hal paling mahal yang pernah kamu beli."
Written by,
PratistaEstie, 2024.