SurabayaCrossdresser
- Reads 8,564
- Votes 37
- Parts 5
Namaku Rehan. Seorang suami, atau lebih tepatnya pernah menjadi seorang suami. Pekerja kantoran dengan penghasilan cukup, wajah lumayan, dan percaya diri yang terlalu tinggi. Aku menikahi Nisa dua tahun lalu-gadis salehah, lembut, dan penuh kesabaran. Dan dengan bodohnya, aku mengkhianatinya. Berulang kali. Dari rekan kerja, wanita karaoke, sampai istri orang. Bagiku dulu, wanita hanya permainan.
Aku kira Nisa akan terus sabar. Aku kira ia terlalu lemah untuk meninggalkanku.
Sampai suatu malam, aku pulang larut. Di rumah tak ada teriakan. Tak ada air mata. Hanya Nisa duduk diam di ruang tamu bersama seseorang yang membuat jantungku hampir berhenti berdetak: Ayahnya, Pak Haji Abdul Ghani, mantan ketua pesantren besar di Jawa Tengah. Tatapan beliau tajam dan penuh penilaian. Sementara Nisa... senyumnya tenang, seolah telah memutuskan sesuatu yang besar.
"Kami tak akan menceraikanmu, Rehan," kata Pak Haji.
"Tapi kami akan membuatmu tak bisa lagi menyakiti perempuan manapun. Tak ada laki-laki seharusnya yang begitu rendah memanfaatkan kepercayaan wanita."
Aku tertawa kecil waktu itu, menganggap ancaman mereka kosong. Tapi dunia tak lagi sama esok paginya.