Geridong's Reading List
2 stories
Kakak, Adakah Ini Cinta? by Geridong
Geridong
  • WpView
    Reads 403
  • WpVote
    Votes 77
  • WpPart
    Parts 131
Melia, seorang gadis berusia 16 tahun yang manja, imut, dan memukau, memiliki segalanya-kecuali hati kakaknya, Geno. Geno, 19 tahun, seorang mahasiswa cemerlang di universitas bergengsi di Tokyo, kembali ke rumah untuk libur panjang. Kepulangannya menyalakan kembali percikan yang selama ini tersembunyi. Melia mencintai Geno lebih dari sekadar adik. Setiap sentuhan Geno, setiap tawa, dan setiap perhatiannya membangkitkan perasaan terlarang yang ia simpan rapat-rapat. Ia bergumul dengan rasa bersalah, cemburu, dan mimpi-mimpi yang menyesakkan. Namun, yang Melia tidak tahu adalah, Geno juga diam-diam bergumul dengan perasaannya sendiri. Di tengah kesibukan Tokyo, ia mencoba mengalihkan diri, namun setiap usaha hanya memperkuat keyakinannya: ia mencintai Melia, bukan sebagai adiknya, melainkan sebagai seorang wanita. Jarak yang memisahkan mereka setelah liburan justru membuat rindu dan gelora rahasia itu semakin membara. Melia terperangkap dalam kecemburuan tak terucap saat Geno berinteraksi dengan wanita lain, sementara Geno menghadapi godaan yang tak mampu menggeser posisinya Melia di hati. Hingga sebuah peristiwa kecil yang mengguncang membawa mereka pada titik kritis, memaksa pengakuan yang telah lama tertahan. "Kakak, Adakah Ini Cinta?" adalah kisah tentang dua hati yang terpaut dalam ikatan terlarang. Sebuah perjalanan emosional yang menguji batas norma, moral, dan keberanian untuk menghadapi kebenaran cinta yang kompleks dan penuh tantangan. Mampukah mereka menemukan jalan di tengah badai stigma dan dilema, atau akankah cinta mereka hanya akan menjadi rahasia abadi yang menyakitkan?
Geno Sang Kultivator Dewa'  by Geridong
Geridong
  • WpView
    Reads 60
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
Di tengah samudra awan keperakan yang tak berujung, menjulanglah Dunia Surgawi Tingkat Kesembilan, permata kosmos yang bertahta di atas segalanya. Di sinilah, di antara istana-istana kristal yang berkilauan dan taman-taman yang dihujani embun abadi, Geno tumbuh. Bukan sembarang penghuni surga, melainkan putra dari dua kekuatan primordial: Dewa Petir yang agung, dengan guntur di tangannya dan kilat di sorot matanya, serta Dewi Bulan yang lembut, pesonanya memancarkan ketenangan malam dan cahaya perak yang menenangkan. Sejak kelahirannya, takdir Geno telah terukir dalam gulungan bintang. Darah dewa mengalir deras di nadinya, memberinya anugerah dan beban yang tak terlukiskan. Namun, alih-alih berjemur dalam kemuliaan warisan ilahinya, Geno justru merasakan panggilan yang lebih dalam, bisikan kuno yang membimbingnya menuju jalan yang tak biasa bagi seorang keturunan dewa: jalan kultivasi. Ia tidak puas hanya dengan kekuasaan yang diwarisi; ia ingin mengukir kekuatannya sendiri, mengolah esensi kosmos, dan melampaui batas-batas dewa sekalipun.