reevenar
- Reads 3,616
- Votes 522
- Parts 36
"Nanti kalau aku udah---"
"Gosah ngomong yang aneh-aneh! Tuh, kamu lihat cahaya langit yang ada di atas sana?"
"Lampu mercusuar?"
"Ck, yang di langit, Oline! Bukan yang itu!"
"Hehe."
"Tawa lagi."
"Lucu tau liat kamu lagi marah-marah."
"Gak. Siapa yang marah-marah sih? Aku gak marah-marah."
"Oke, ada apa dengan langit yang di sana?"
"Ga ada apa-apa. Cuma nunjuk aja."
"Catherina."
"Hari ini, besok, lusa dan seterusnya. Kamu pasti selalu bisa lihat apa yang ada di sana."
"Why? Bukannya langit selalu berubah-ubah?"
"Ya, tapi cahaya bintang yang tersembunyi dibaliknya akan selalu berada di sana."
"Hemmmh?"
"I know you know, Oline."
Oline mengacak-acak pelan rambut Erine yang terikat namun gak sampai bikin berantakan. Dia sudah paham dengan maksud kekasihnya itu yang kalau mau ngungkapin perasaan itu gengsinya selangit. Untung Oline paham.
"Stay with me, my baby girl."
_______________
"Kamu lapar ya?"
"Gak, kan barusan kita udah makan tadi."
"Kalau gitu aku yang lapar berarti."
"Kamu mah bukan laper. Tapi emang doyan makan."
"Kamu pasti ilfeel ya sama aku gara-gara aku suka makan?"
"Gak. Kalau aku ilfeel ngapain aku culik kamu ke sini."
"Mau buang aku mungkin?"
"Boleh. Tuker tambah sama gadis anime ya--- awwwh! Kenapa aku dicubit?!"
Lily gak nanggepin terus jalan menjauh.
Pluk!
Alih-alih merayu Delynn justru melemparkan bola salju memulai peperangan. Lily tentu aja gak tinggal diam. Dia balas lah.
"Sayang, udahan yuk. Aku mau makan. Sekarang udah laper beneran." Kata Delynn dengan beranjak duluan ke bangku taman terdekat. Terus bersihin saljunya buat duduk.
"Kok, buat aku gak dibersihin?" Tanya Lily menghampiri Delynn yang udah duduk duluan.
Delynn nepuk pahanya.
Lily nyengir dan dengan senang hati dia duduk dipangkuan Delynn.
Cup!
"Katanya lapar."
"Ini aku lagi makan."
Blush!
••••
DILARANG MENYALIN, MENJIPLAK, ATAU MENGEMBANGKAN CERITA TANPA IZIN PENULIS.
Copyright © reevenar 2026