TOP SLOWBURN
3 stories
maybe tomorrow we'll spill more dough and sing louder  by artsahi
artsahi
  • WpView
    Reads 1,821,457
  • WpVote
    Votes 187,286
  • WpPart
    Parts 53
Miko dan Dira selama ini hanyalah teman satu angkatan dan satu jurusan, yang juga kebetulan menempati unit apartmen di lantai yang sama. Interaksi mereka pun hanya sekadar saling menyapa saat tidak sengaja bertemu saat menunggu lift, atau berada di kelompok mata kuliah yang sama. Tidak pernah lebih dari itu. Tapi, bagaimana jika suatu hari bocah laki-laki berumur 4 tahun mengaku sebagai anak mereka dari masa depan?
Serupa Matahari Terbit by thistlelia
thistlelia
  • WpView
    Reads 109,712
  • WpVote
    Votes 7,565
  • WpPart
    Parts 57
Jeihan berjanji tak akan pernah menikah lagi setelah kehilangan bertubi-tubi yang menimpanya empat tahun lalu. Menjalani kehidupan sebagai desainer interior sekaligus ayah tunggal untuk Arunika, membuatnya terpaksa menitipkan putri semata wayangnya pada salah satu daycare. Namun, keputusan itu malah membawanya bertemu dengan Abel- si pemilik daycare yang di idolakan Arunika. Seorang perempuan yang tak hanya berhasil menarik perhatian sang anak, tapi mampu menggoyahkan janji yang ia pegang untuk dirinya sendiri.
Wishful Despair by Claire_Storyland
Claire_Storyland
  • WpView
    Reads 9,548
  • WpVote
    Votes 876
  • WpPart
    Parts 42
Surabaya, awal tahun 1925. Stefan Laurents, seorang arsitek Indo-Belanda berusia dua puluh enam tahun, bersumpah takkan berurusan lagi dengan gadis-gadis Belanda totok setelah hubungan percintaannya yang terakhir kandas lantaran tak disetujui orang tua pihak perempuan. 🌻 Oleh karena itu, ketika keponakan pemilik rumah kos yang ia tempati mulai mendekatinya, Stefan berusaha keras untuk menjaga jarak. Namun, Avella Vaderburg bukanlah gadis yang mudah untuk dihindari. Kala takdir mengikis jarak antara mereka, dan masa lalu Stefan datang mengejar, pria itu sadar bahwa ia mungkin harus merasakan kehilangan untuk kedua kalinya. 🌻 Trigger warning: toxic family, racism, childhood trauma, harsh words Republish: 1 Februari 2025 End: 14 September 2025