nellryvic
- LECTURAS 397
- Votos 46
- Partes 2
Oline tidak pernah menyangka hidupnya akan sejauh ini. Dari Jakarta, dia sekarang menetap di London sebagai mahasiswi di University College London (UCL). Namun, biaya hidup di kota ini tidak murah, dan untuk menambah uang sakunya, Kaena bekerja sebagai pemandu wisata di British Museum.
Suatu sore yang mendung, di tengah tur yang dia pandu, Kaena bertemu dengan seseorang yang membuatnya kehilangan fokus-Erine.
Erine adalah mahasiswi pertukaran dari Indonesia yang baru tiba di London. Dia tidak terlalu tertarik dengan museum, tapi cuaca dingin dan rasa bosan membawanya ke sana. Saat mendengar suara Oline menjelaskan sejarah di depannya, tanpa sadar dia terus memperhatikannya. Ada sesuatu dalam cara Oline berbicara-tenang, percaya diri, tapi dengan tatapan mata yang menyimpan banyak cerita.
Pertemuan mereka tidak berhenti di sana. London terlalu kecil untuk tidak saling bertemu lagi. Setiap kebetulan membawa mereka lebih dekat, dari diskusi seni di galeri kecil, hingga obrolan panjang di tepi Sungai Thames. Namun, semakin dekat mereka, semakin besar rintangan yang harus dihadapi.
Oline, yang selama ini menutup rapat hatinya, mulai merasakan sesuatu yang baru. Erine, yang awalnya hanya ingin menikmati waktu di London, kini mempertanyakan perasaannya sendiri.
Tapi apakah perasaan itu cukup? London mungkin kota yang penuh kebebasan, tetapi dunia mereka tidak sesederhana itu. Ada ekspektasi keluarga, ketakutan yang tak terucapkan, dan bayang-bayang masa lalu yang terus mengikuti.
Apakah mereka akan melawan segalanya demi apa yang mereka rasakan? Atau akhirnya membiarkan London menjadi satu-satunya saksi dari sesuatu yang tidak pernah bisa mereka miliki?
(Terinspirasi dari novel & film T.A.O.L.)