Authorbhawel
Jimin membesarkan dua putra kembarnya, Chimmy dan Unggie, seorang diri. Di balik senyum lembutnya sebagai seorang ibu, tersimpan luka lama yang belum pernah benar-benar sembuh. Pertanyaan polos dari kedua anaknya tentang sosok ayah sering kali menjadi pengingat pahit akan kehilangan yang ia pendam selama bertahun-tahun.
Chimmy dan Unggie tumbuh sebagai anak-anak yang manis, namun rasa iri dan ejekan dari lingkungan membuat mereka mulai mempertanyakan kehidupan yang mereka jalani. Di taman, di sekolah, dan di setiap tawa anak-anak lain bersama ayah mereka, Chimmy dan Unggie merasa ada bagian kosong dalam hidup mereka sebuah sosok yang tak pernah hadir.
Sementara itu, di puncak gedung perusahaan besar di Seoul, Yoongi hidup dalam kesuksesan dan kekuasaan, namun dengan hati yang membeku. Masa lalu yang ia tinggalkan kembali menghantam ketika sebuah fakta terungkap: Jimin telah melahirkan dua anak laki-laki anak-anak yang tidak pernah ia ketahui keberadaannya.
Pertemuan tak terelakkan antara masa lalu dan masa kini pun menanti. Ketika cinta, penyesalan, dan rasa tanggung jawab saling beradu, setiap tokoh harus menghadapi pilihan terberat dalam hidup mereka: tetap bersembunyi dari luka lama, atau berani membuka hati demi sebuah keluarga yang terpisah oleh waktu.