Finaseaaaa
{{DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT‼️}}
❝Yang paling berbahaya bukan orang yang terlihat jahat...tapi orang yang percaya dirinya melakukan hal yang benar.❞
Di tempat itu, kemanusiaan tidak direnggut secara paksa-melainkan diluruhkan perlahan, lapis demi lapis, hingga yang tersisa hanyalah Kehampaan yang patuh. Perlakuan mereka tidak selalu meninggalkan jejak yang kasatmata, namun selalu berhasil meretakkan sesuatu yang lebih dalam dari sekadar raga.
Kesunyian di sana bukan benar-benar sunyi. Ia dipenuhi suara-suara kecil-napas yang ditahan, bisikan putus asa, dan... tawa.
Ia hadir di antara semua itu, dengan langkah ringan dan ritme yang nyaris teratur. Riasan di wajahnya telah memudar, namun lengkung senyumnya tetap terjaga-terlalu presisi, terlalu disengaja. Seorang badut, mungkin. Atau sesuatu yang hanya mengenakan wajah itu sebagai kedok.
Ia tidak terburu-buru. Tidak pernah. Setiap gerakannya seolah dirancang untuk mengulur waktu, memperpanjang rasa takut hingga menjadi sesuatu yang akrab. Tatapannya tajam, seakan mampu membaca celah paling rapuh dalam diri seseorang-lalu menekannya, perlahan, tanpa ampun.
Baginya, penderitaan bukan sekadar akibat-melainkan proses yang layak dinikmati. Sesuatu yang harus dipahami, diurai, dan dipelihara hingga mencapai titik paling sunyi dalam jiwa.