Finaseaaaa
{{DILARANG KERAS UNTUK PLAGIAT‼️}}
(3 bulan sekali up kalau niat!)
❝apa kalian semua sudah gila!? Anak itu melindas tubuh manusia sampai hampir mati!❞
Konon, seorang anak akan tetap berpegang pada dharma-moralitasnya tetap terjaga-selama masih ada sosok yang menjadi penyangga batas, penjaga arah, penuntun di tepi gelapnya dunia. Namun, benarkah demikian?
Apakah benar hidup seorang insan menjadi lebih selaras, lebih teratur, hanya karena di sisinya berdiri para orang tua, seperti dewa penjaga yang tak pernah lengah?
Ataukah itu sekadar mantra yang diucapkan dunia-bahwa kehadiran orang lain mampu menahan runtuhnya diri, seolah jiwa manusia tak pernah mampu menjaga dirinya sendiri ketika tak lagi ditopang?
Jika demikian, di manakah letak kebenaran itu bersemayam-pada sosok yang menemani, atau pada hati yang memilih untuk tetap setia pada batasnya sendiri?