theazz
Bara selalu menjadi tempat Rio bersandar. Tatapan tajamnya, genggamannya di bahu Rio, dan keheningannya yang menenangkan-semuanya membuat Rio merasa aman. Terlalu aman.
Tapi Rio tidak tahu bahwa di balik ketenangan Bara, ada badai emosi yang tak pernah terucap. Dan di balik diam Rio, ada retakan hati yang semakin lebar setiap kali Bara tersenyum padanya sebagai "sahabat".
Mereka berdua ahli dalam berpura-pura. Pura-pura biasa saja. Pura-pura tidak merasakan lebih. Sampai suatu hari, diam itu menjadi terlalu berisik untuk ditahan.
"Aku tidak butuh kata-katamu, bara. Aku hanya butuh kamu berhenti lari dari apa yang kita rasakan."