tvrdta
- Reads 3,043
- Votes 52
- Parts 33
"Panggung Kami, Dunia Kami"
Panggung adalah tempat mereka berkarya, tetapi juga menjadi tempat di mana mereka menghadapi tantangan dan misteri yang membuat sanggar itu seperti "dunia" mereka sendiri yang lebih dari sekedar seni.
Radita-Yuswo Radita Dhruvirahayu, bukan gadis biasa.
Lulusan Seni Tari ISI Yogyakarta, penari multitalenta, sekaligus adik kesayangan Yuswo Cahyo Santoso, ketua Paguyuban Kesenian Nareswara. Di balik senyum ramahnya, Radita menyimpan warisan langka: mata batin yang membuatnya bisa melihat apa yang tak kasat mata.
Di sanggar Nareswara, Radita menjadi pusat kehangatan. Ia melatih anak-anak di sanggar, bercanda dengan para anak sanggar, dan tak pernah luput dari perhatian meraka-termasuk Reza, penari Gedruk Nareswara yang diam-diam menaruh hati padanya.
Latihan-latihan menjelang pementasan besar selalu riuh, penuh canda, tawa, dan keakraban yang mengikat mereka seperti keluarga.
Namun, di balik denting gamelan dan sorak penonton, ada bisikan lain yang hanya Radita dengar. Bayangan sosok penari, bau melati yang muncul tiba-tiba, dan suara gamelan di tengah malam mengiringi setiap langkahnya.
Bakat indigo warisan kakeknya mendadak jadi anugerah sekaligus beban, apalagi saat gangguan tak kasat mata mulai menyentuh orang-orang terdekat.
Apakah semua ini hanya pertanda restu leluhur seni, atau ada pesan yang harus diungkap?
Di tengah persahabatan, cinta yang perlahan tumbuh, dan panggung seni yang megah, Radita harus menari di antara dunia nyata dan dunia tak terlihat.
◇◇◇
Disclaimer!!!!
Cerita ini terinspirasi dari salah satu Paguyuban Kesenian yaitu Sanggar Garuda Wisnu Satria Muda, Magelang. Beberapa hal seperti nama tokoh, karakter, latar tempat dan sebagainya memang sengaja dibuat mirip dengan aslinya.
Cerita ini hanyalah fiksi dan murni hasil karangan penulis. Apabila ada hal yang kurang sesuai, harap dimaklumi. Mohon bijak saat membaca.
Bantu penulis dengan cara vote dan share cerita ini ya..
Selamat membaca!!