KuliDigital's Reading List
1 story
Namanya Nara by KuliDigital
KuliDigital
  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 6
  • WpPart
    Parts 9
Aku pernah menulis namanya. Diam-diam. Di halaman paling belakang, pojok kiri bawah, pakai pulpen yang tintanya hampir habis. Bukan karena aku yakin aku menyukainya, tapi karena aku takut... aku bisa lupa kalau pernah memikirkannya sekuat itu. Hujan turun pelan-pelan. Membasahi atap seng di luar jendela kelas. Satu per satu siswa pergi, meninggalkan bangku, papan tulis, dan suara-suara yang berangsur hilang. Aku masih duduk di tempatku, diam, dengan buku catatan terbuka. Hari itu aku tidak berniat menulis apa pun. Tapi entah kenapa, jari-jariku tetap mencari pulpen. Seperti refleks. Mungkin bukan karena ada yang ingin kutulis-tapi karena ada yang tak ingin kulupakan. Nama itu, lagi-lagi muncul. Nara. Aku menulisnya dengan huruf kecil semua. Biar gak terlalu kelihatan penting. Tapi nyatanya... aku ulangi terus. Sama seperti malam-malam sebelumnya. Aku tidak tahu kenapa. Aku bahkan tidak kenal dia. Tapi rasanya... aku takut lupa. Lalu aku pergi sebentar. Hanya ke toilet. Meninggalkan buku itu terbuka. Dan ketika aku kembali-di sana, di bawah tulisanku yang tadi, ada satu kalimat asing. Tulisannya bukan milikku. > "Kalau kamu takut dilupain, jangan nulis di tempat yang bisa hilang." Tanganku langsung gemetar. Siapa yang nulis ini? Aku melihat sekeliling. Tak ada siapa-siapa. Hanya satu orang di ujung bangku panjang dekat jendela. Seorang cowok... duduk tenang. Menunduk, menulis sesuatu di sobekan kertas. Matanya tidak melihat ke arahku. Tapi saat aku berdiri dan menatapnya, dia cuma bicara pelan: > "Maaf. Kebiasaan jelek. Aku suka jawab tulisan orang." Namanya Nara. Dan sejak hari itu, aku tahu... tulisan bisa lebih berbahaya dari suara. --- > 📌 "Beberapa orang datang dengan suara. Tapi yang bikin aku jatuh... datang dengan tulisan."