ultramilk_
"𝐘𝐨𝐮 𝐰𝐢𝐧 𝐚𝐭 𝐞𝐯𝐞𝐫𝐲𝐭𝐡𝐢𝐧𝐠"
Leazelle hidup dengan banyak kekurangan, bukan perihal materi, ataupun finansial, tapi soal rasa. Ia tumbuh di rumah yang lengkap, tapi tidak pernah terasa utuh. Suara-suara selalu ada, tapi tidak pernah benar-benar ditujukan untuknya.Perhatian selalu dibagi, dan entah kenapa ia selalu mendapat bagian yang paling sedikit. Lea tidak pernah diminta untuk jadi hebat, tidak juga diharapkan untuk jadi istimewa.
Ia hanya...ada.
Sementara Najendra hidup di sisi yang berbeda, Ia tidak pernah harus bertanya apakah ia cukup, karena sejak awal ia sudah dianggap lebih dari cukup. Rumahnya hangat, namanya disebut dengan bangga.Dan setiap langkahnya
selalu ada yang memperhatikan. Ia tidak perlu berjuang untuk dilihat.Karena dunia sudah lebih dulu menoleh ke arahnya.
Dan ketika dua dunia itu bertabrakan,
tidak ada yang benar-benar berubah.
Karena dari awal, mereka tidak pernah berdiri di garis yang sama.Tapi entah bagaimana di antara jarak yang terlalu jauh itu, Najendra justru jadi satu-satunya orang yang benar-benar melihat Lea.
Bukan sebagai bayangan.
Bukan sebagai "yang kurang".
Tapi sebagai seseorang
yang layak untuk dipilih. Dan untuk pertama kalinya Lea mulai bertanya,
bagaimana rasanya
jika ia tidak lagi harus merasa kurang?