AbidAsaduddin
Sejak suaminya pergi merantau, Siska harus bertahan sendiri. Surat dan kiriman uang sempat rutin, tapi semua berhenti setelah sebuah musibah menimpa dirinya dan Maya. Hingga suatu hari, sebuah toko kecil menawarkan pekerjaan. Tanpa pikir panjang, demi Maya, ia menerimanya. Terkadang Siska ingin menyerah. Tapi setiap kali melihat Maya tersenyum, ia tahu-anak itu adalah satu-satunya alasan ia masih berdiri.