ryuna-shi
- Reads 951
- Votes 145
- Parts 16
Lee Donghyuck berdiri di balkon kamar sambil melipat tangan di dada. Matanya menyipit, mengamati sebuah mobil hitam yang baru saja berhenti tepat di rumah sebelah rumah yang sudah berbulan-bulan kosong.
Pintu mobil terbuka. Dari dalam sana, keluarlah sesosok makhluk yang membuat napas Donghyuck seketika tertahan.
Seorang anak laki-laki berwajah manis, berperawakan mungil, dengan mata bulat berbinar dan pipi tembam. Yang lebih parah untuk jantung Donghyuck yang saat itu masih berstatus anak SMP polos anak itu turun sambil memeluk erat sebuah boneka singa berukuran sedang.
" Cantik, mungil, gemas. Sial, dia pegang boneka singa?" batin Donghyuck histeris dalam hati. Sejak detik pertama Mark Lee menapakkan kaki di tanah Korea, Donghyuck sudah amblas.
Namun, harga diri seorang Lee Donghyuck adalah nomor satu. Alih-alih menyapa ramah, hari itu ia malah bersembunyi di balik tirai kamarnya, merutuki kenapa tetangga barunya bisa semenarik itu.
Waktu terus berjalan. Dari insiden malam-malam merengek minta ditemani beli es krim karena kulkas kosong, sampai akhirnya mereka dinobatkan sebagai duo tak terpisahkan bersama Jeno, Jaemin, Chenle, and Jisung di Korea International School. Empat tahun berlalu. Sekarang mereka sudah duduk di kelas 1 SMA. Hubungan mereka makin erat, tapi gengsi Donghyuck makin menggunung berbanding terbalik dengan perasaannya yang makin meledak-ledak.
Mark tidak tahu apa-apa. Ia hanya tahu Donghyuck adalah pelindungnya, sahabat rewelnya, dan alasan kenapa jantungnya sering berdetak terlalu cepat. Padahal, Mark juga sudah lama menyukai Donghyuck. Tapi ia lebih memilih memendamnya rapat-rapat, takut kalau ia jujur, Donghyuck justru akan risih dan menjauhinya.
" Kalau aja tangan gua nggak gampang kepal-kepal kalau lagi bohong, mungkin gua udah nyatak dari dulu, Hyuck," batin Mark seringkali merana setiap kali Donghyuck menatapnya dengan sorot mata sok garang tapi aslinya penuh perhatian.
( bxb, dongmark )