Tuuyyuulll
- Reads 516
- Votes 171
- Parts 2
Berjuta-juta tahun yang lalu, ada dua insan yang ditakdirkan bersama, namun juga ditakdirkan hancur bersama. Sang Pemangku Adat harus rela menyaksikan dengan kedua matanya sendiri saat garwa-pendamping hidupnya-yang begitu amat dicintai harus kehilangan nyawa akibat ketamakan manusia. Bilah bambu runcing yang ditancapkan tepat pada jantung sang garwa seketika merenggut kehidupannya.
βSang Pemangku, yang terikat kutukan keabadian, harus hidup tanpa bisa menua ataupun mati. Ia terpaksa menyaksikan siklus kehidupan berputar terus-menerus hingga membuatnya mati rasa. Didampingi oleh hewan spiritualnya, ia setia menanti hingga sang garwa terinkarnasi dengan sempurna.
π CATATAN: Cerita ini merupakan karya orisinal. Kesamaan nama atau tempat adalah kebetulan. Dilarang keras menyalin, menjiplak, meniru alur, karakter, adegan, maupun konsep cerita dalam bentuk apa pun, termasuk ATM (Amati, Tiru, Modifikasi). Jika terinspirasi, wajib meminta izin dan mencantumkan nama author serta judul karya sumber.