heeeeevaaa
- Reads 12,564
- Votes 965
- Parts 22
Di keluarga Abiyaksa, Evan selalu ada - tapi tak pernah benar-benar dilihat.
Sebagai anak pertama yang dituduh menjadi penyebab kematian kakak perempuan mereka, Evan tumbuh di rumah yang sama, namun terasa seperti orang asing. Setiap kesalahan adik-adiknya berakhir pada namanya. Setiap masalah menjadi alasan untuk menyalahkannya. Bentakan, tatapan jijik, hingga kekerasan menjadi hal yang perlahan dianggap biasa.
Tak seorang pun menyadari bahwa di balik diamnya, Evan menyimpan luka yang jauh lebih dalam - penyakit jantung yang kian memburuk dan trauma yang menggerogoti mentalnya sedikit demi sedikit. Ia tidak melawan. Tidak membenci. Ia hanya bertahan... sendirian.
Sampai pada suatu hari, tubuhnya yang rapuh akhirnya menyerah.
Dan keluarga yang selama ini terlalu sibuk menyalahkan, baru menyadari semuanya ketika keheningan menjadi permanen.
Ini bukan cerita tentang kebencian.
Ini tentang pengabaian.
Tentang kata "nanti" yang tak pernah sempat diucapkan.
Tentang penyesalan yang datang... setelah semuanya benar-benar terlambat.