xyz-am0_0
- Reads 705
- Votes 417
- Parts 4
Bandoeng, tahun 1870. Di bawah langit Parahyangan yang sedikit berkabut, denting kecapi dan kendang adalah satu-satunya pelarian bagi seorang Bulan Purnamaningtyas. Sebagai penari yang dipaksa menghibur para perwira kompeni, Bulan membawa misi besar di setiap gerak jemarinya, ia membuktikan bahwa martabat perempuan pribumi tidak bisa dibeli dengan gulden. Ia bagaikan api yang menolak padam, hingga ia bertemu dengan "Raja Elang Utara".
Sebuah panggilan untuk...
Malvin Cornelis Westerhoff, ia definisi ketegasan militer Belanda. Tubuhnya yang menjulang tinggi, wajahnya yang tampan rupawan, karakternya yang dingin, dan tak tersentuh. Luitenant-Generaal ini datang bukan untuk menemukan belahan jiwanya, melainkan untuk menjalankan strategi. Namun, di balik seragam hijau tua dan tatapan tajamnya, tersimpan prinsip yang tak lazim bagi pria masanya--ia menghargai wanita di atas segalanya.
Satu malam di bawah cahaya bulan purnama, sebuah tarian mengubah segalanya. Malvin melihat keberanian di mata Bulan, dan Bulan melihat kemanusiaan di balik rupa sang penjajah. Di antara batas tugas dan rasa, mereka menari dalam diam. Namun, sanggupkah cinta tumbuh di tanah yang sedang bersimbah air mata perjuangan?
start: 15 Januari 2026
pub: 17 Januari 2026
end: