FajarNZ9
- MGA BUMASA 82
- Mga Boto 39
- Mga Parte 2
Hujan mengguyur Kota Yogyakarta ketika kabar mengejutkan menggemparkan dunia akademik. Prof. Aditya Wicaksana, seorang filolog terkemuka yang menghabiskan hidupnya meneliti manuskrip Nusantara, ditemukan tewas di ruang koleksi langka sebuah perpustakaan kuno.
Namun, di atas meja kerjanya terdapat selembar daun lontar yang dipenuhi aksara Jawa Kuno, simbol-simbol yang menyerupai motif batik, serta sebuah kalimat pendek yang belum mampu diterjemahkan siapa pun.
Nareswari Anindita, peneliti arsip muda yang bekerja mendokumentasikan naskah-naskah kuno, menemukan bahwa beberapa manuskrip penting telah menghilang dari berbagai perpustakaan dan museum di Indonesia. Anehnya, setiap manuskrip yang dicuri selalu memiliki keterkaitan dengan kerajaan-kerajaan besar Nusantara-Sriwijaya, Mataram Kuno, Singhasari, Majapahit, hingga Kesultanan Demak. Semua seolah menjadi bagian dari teka-teki yang lebih besar.
Konon, naskah tersebut disusun oleh sekelompok cendekiawan dari berbagai kerajaan di Nusantara yang menyadari bahwa pengetahuan dapat menjadi senjata paling berbahaya. Mereka membentuk sebuah persaudaraan rahasia yang dikenal sebagai Para Penjaga Nusantara, sebuah kelompok yang bertugas melindungi ilmu pengetahuan, peta perdagangan, teknologi maritim, strategi diplomasi, hingga catatan sejarah yang sengaja disembunyikan agar tidak jatuh ke tangan penguasa yang haus akan kekuasaan.
Di tengah perburuan yang semakin mematikan, hubungan Rakai dan Nareswari perlahan berubah. Dari dua orang asing yang dipersatukan oleh sebuah misteri, mereka menjadi rekan yang saling mempercayai.
Di sebuah negeri yang dibangun di atas lapisan sejarah, setiap batu candi, setiap lembar lontar, dan setiap ukiran yang nyaris terlupakan ternyata menyimpan satu pesan yang sama, Masa depan sebuah bangsa tidak ditentukan oleh siapa yang menguasai kekuasaan, melainkan oleh siapa yang menjaga kebenaran sejarahnya.