serenitebelle
- Reads 1,548
- Votes 328
- Parts 8
Sejak kecil, Jiwoo hanya mengenal satu tempat aman. Carmen.
Kakak yang selalu ada, selalu menjaga, tanpa pernah meminta apa pun sebagai balasan.
Carmen mencintai dalam diam. Jiwoo membalas dengan perasaan yang terlalu dalam untuk diberi nama.
Di antara kehadiran yang tak pernah pergi dan kasih yang tak pernah belajar berhenti, batas perlahan menghilang.
Bukan kebencian yang mengancam mereka, melainkan cinta yang terlalu penuh.
Dan ketika dunia mulai menuntut ruangnya sendiri, satu pertanyaan pun tak terelakkan.
Apakah mencintai selalu berarti saling memiliki?